24 Jun 2016
20 Nov 2015
Polemik Tingkat Suku Bunga
30 Okt 2015
Cara Mengatasi Kaki Pegal
1 Okt 2015
Belajar Dari Kisah 4 Lilin
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka
Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Eeehhh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
“Akulah HARAPAN.”
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!
13 Jul 2015
Negara dengan Rasio Utang Besar
Kita bisa melihat, bagaimana utang besar bisa merusak perekonomian negara di Eropa pasca krisis 2008 lalu.
Kemampuan pembayaraan utang suatu negara, biasanya dilihat dari rasio jumlah utang pemerintah dibandingkan dengan pendapatan domestik bruto (PDB). Selain untuk membiayai proyek, utang juga biasanya ditarik pemerintah suatu negara untuk menstimulasi perekonomiannya, saat kelesuan melanda.
Bila ditarik dengan kondisi saat ini, Yunani jadi negara yang terlilit utang dan tidak bisa membayarnya, sehingga bisa dikatakan negara ini berstatus bangkrut. Utang selama ini digunakan Yunani untuk hal yang bersifat konsumtif, seperti membayar uang pensiun yang besar, dan membiayai anggaran kurang penting seperti pertahanan. Jumlah utang Yunani sudah melebihi PDB-nya.
Untuk Indonesia, rasio utang pemerintah hingga akhir 2014 mencapai 25,9% dari PDB. Hingga Mei 2015, total utang pemerintah pusat tercatat Rp 2.843,25 triliun. Naik Rp 62,28 triliun dibandingkan posisi bulan sebelumnya, yaitu Rp 2.780,97 triliun.
Dilansir dari Forbes, Senin (13/7/2015), di dunia ini ada 7 negara dengan rasio utang terhadap PDB yang di atas 100%. Itu berarti, jumlah utangnya sudah melebihi nilai perekonomiannya. Namun dari 7 negara ini, hanya satu negara yang saat ini berstatus bangkrut, yaitu Yunani. Berikut daftarnya berdasarkan data 2014:
- Jepang, dengan rasio utang 227,2%. Dari rasio di 2014 165,5$
- Yunani, dengan rasio utang 175,1%. Dari rasio di 2014 98,6%
- Italia, dengan rasio utang 132,6%. Dari rasio di 2014 103,9%
- Portugal, dengan rasio utang 129%. Dari rasio di 2014 57,6%
- Singapura, dengan rasio utang 105,5%. Dari rasio di 2014 98%
- Amerika Serikat (AS), dengan rasio utang 101,5%. Dari rasio di 2014 62,7%
- Belgia, dengan rasio utang 101,5%. Dari rasio di 2014 94,2%
3 Jul 2015
Telapak Tangan Kita Adalah Petunjuk Bila Ada Organ Tubuh Yang Sakit
- Tekan titik organ mana yang sakit di dalam tubuh dengan ibu jari, selama 5 detik.
- Lepaskan ibu jari 3 detik.
- Kemudian tekan lagi. Ulangi ini selama beberapa menit.
- Ketika terasa sakit yang berkepanjangan, pijat setidaknya sekali sehari. Setelah seminggu kita akan merasa jauh lebih baik.
Area ini kalau dipijat bisa membantu kita yang mengalami sakit leher. Cobalah pijat selama 2 menit dengan gerakan yang lembut dan makin intens. Sungguh tak terduga ya, area tubuh yang jauh bisa saling terkoneksi
Kalau kita mengalami sakit punggung bawah, sakit panggul ataupun pinggul, kita bisa memijat di pergelangan kaki, terutama di bagian tulang yang besar. Mungkin terdengar aneh, namun perlahan-lahan kita akan merasakan otot lebih rileks dan nyaman.
Kata orang, mata ketiga ini ada di pangkal hidung dekat kening. Dengan memijat area ini, kita bisa meredakan mata yang lelah. Caranya adalah dengan memijat lembut area ini. Lakukan tekanan-tekanan biasa selama 1 menit. Menjelang tekanan-tekanan akhir, tutup mata. Tekan selama 9 kali, pada tekanan ke 10, tekan agak lama, kemudian lepas perlahan.
Di punggung kita ada tulang yang menonjol seperti sayap, memijat area di sekitar sana memang akan terasa nyaman. Pijatan ini bisa membantu meredakan masalah kelelahan leher, kepala, nyeri yang muncul di payudara bahkan masalah pernafasan.
Saat mengalami nyeri menstruasi yang tak melilit namun cukup mengganggu, coba pijat bagian tengah punggung telapak tangan dan bagian dalam telapaknya.
22 Mei 2015
Bebas Masalah Uang dengan Cara Tradisional
Jika itu sampai terjadi, bisa dipastikan, seseorang atau sebuah keluarga bisa terbebani. Dan ujungnya, kehidupan menjadi tak harmonis lagi. Tentu, kita semua tak menginginkan hal tersebut terjadi. Untuk itu, sebenarnya, ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan. Salah satunya, adalah kembali ke cara-cara “tradisional”. Layaknya orang-orang yang mengetengahkan back to nature untuk gaya hidup demi menyelamatkan lingkungan, berikut juga ada cara-cara back to traditional untuk menyelamatkan keuangan. Selamat mencoba…
1. Kurangi belanja
Jika memang benar-benar dirasa keuangan bulanan tak bisa ditambah lagi, mengapa tidak mencoba untuk mengurangi daftar belanja bulanan? "Tapi, saya butuh ini dan itu!" Jika hal semacam itu muncul, coba gali lagi, benarkah semua yang kita bayar setiap bulan memang kebutuhan penting? Coba lakukan beberapa hal berikut. Menelepon orang di luar jam sibuk atau memanfaatkan paket program telepon yang sering ditawarkan operator. Menyewa buku dan bacaan serta film-film favorit dibandingkan harus membelinya. Membuat kopi instan sendiri dibanding harus membayar di café. Meninjau kembali apakah kita benar-benar perlu berlangganan banyak majalah atau surat kabar di saat berita-berita di internet bisa kita dapat secara gratis.
2. Buatlah daftar bulanan
Sebelum mengeluarkan uang dari gaji bulanan, cobalah buat daftar apa saja yang akan dikeluarkan sepanjang sebulan ke depan. Cari tahu perimbangan antara uang yang masuk dengan uang yang akan dikeluarkan. Dengan cara ini, kita akan tahu persis, berapa uang yang harus dihabiskan dan berapa yang masih bisa disimpan.
3. Beli secara grosir
Biasanya, membeli barang secara grosir akan lebih murah. Karena itu, usahakan saat di awal bulan, belanjalah barang-barang yang bisa diborong untuk beberapa waktu ke depan. Tentu, perhatikan juga tanggal kedaluwarsa dan kesegaran barang yang dibeli. Meski terkesan sepele, potongan harga grosir dibanding harus membeli eceran jika dihitung secara total akan memberikan perbedaan yang cukup signifikan.
4. Hati-hati dengan diskon
Saat ini, banyak toko yang sering memberikan diskon untuk produk tertentu. Jangan gegabah! Perhatikan benar, apakah memang barang tersebut telah didiskon dari harga sebenarnya atau sekadar “permainan” iklan belaka? Dan, jangan pula tergoda barang diskonan di luar kebutuhan. Bahkan, barang yang dirasa sangat murah sekali pun, jika memang tak butuh, jangan sampai tergoda. Kita tak butuh baju bertumpuk di lemari (misalnya) 'kan?
5. Membeli barang second
Tak selamanya barang bekas adalah barang yang sudah usang atau rusak. Kendaraan misalnya. Jika mobil atau motor second masih dalam kondisi prima, mengapa harus malu membelinya? Sesekali, datangi juga pasar loakan yang banyak menjual barang bekas. Di sana pasti ada banyak barang yang masih bagus dijual dengan harga sangat miring.
6. Hindari utang yang tak perlu
Ada utang produktif, ada pula yang konsumtif. Yang terakhir ini, jika dirasa tak benar-benar butuh, jangan dipaksakan. Kecuali kebutuhan seperti mencicil rumah, utang untuk membeli kebutuhan rumah sehari-hari harus benar-benar diperhatikan. Sebab, biasanya, dari yang kecil-kecil—apalagi jika kita membawa kartu kredit—akan menjadi tumpukan utang yang tak kan habis jika tak bijak menggunakannya.
7. Memasak jauh lebih hemat
Saat ini, jajan di restoran adalah sebuah kemudahan. Tinggal pesan, 10-15 menit makanan siap disajikan. Tapi, jika keterusan, kantong bisa jebol. Untuk itu, cobalah sesekali untuk memasak masakan sendiri di rumah dan rasakan penghematan yang bisa dilakukan. Tak bisa memasak? Cari buku panduan masak praktis yang tersebar di toko atau websites. Pasti ada satu dua jenis masakan lezat yang bisa dibuat, namun dengan biaya pembuatan yang jauh lebih murah dibanding harus membeli di restoran.
8. Belanja lebih bijak
Saat ini, supermarket atau minimarket bertebaran di mana-mana. Karena itu, pasar tradisional acap kali mulai dijauhi karena kesan kumuh dan beceknya. Tapi, jika berniat menghemat, cobalah bandingkan harga-harganya. Kita pasti akan menemukan selisih yang cukup lumayan demi menghemat pengeluaran bulanan kita.
9. Bayarlah hanya yang dipakai
Cobalah lihat kembali rumah kita. Berapa banyak lampu menyala di saat matahari sebenarnya sudah menerangi? Berapa dingin AC di kamar yang sudah ditinggal penghuninya? Berapa banyak air yang dibuang saat mandi dan mencuci? Berapa lama televisi menyala dalam sehari? Dan masih banyak hal lagi yang bisa kita hemat jika benar-benar mau peduli. Semua itu adalah ongkos yang harus kita bayar setiap bulan. Karena itu, jika memang tak dipakai, minimalkan pemakaian.
10. Menabung
Kebiasaan menabung sebaiknya ditanamkan sejak dini. Kalau perlu, siapkan juga tabungan uang receh yang sering kali berserak tanpa jejak. Meski kecil, 100-1000 rupiah, uang receh jika terus dikumpulkan, di akhir bulan bisa ditabung untuk menambah pendapatan. Akan lebih baik jika di awal bulan, kita sudah langsung memotong pendapatan beberapa ribu untuk ditabung di rekening dan segera pisahkan dari rekening untuk belanja bulanan. Tabungan itu suatu saat pasti akan menyelamatkan di saat-saat genting di mana kita benar-benar membutuhkan.
10 Apr 2015
SATU Kebiasaan Sederhana Untuk Menjaga Perut Tetap Ramping Anti-Buncit
Jika demikian, kebanyakan dari kita mulai rajin melakukan latihan sit~up. Namun, tidak semua orang berhasil mengecilkan perut buncit hanya dengan melakukan gerakan tersebut. Karena perut buncit berhubungan erat dengan masalah abdominal fat khususnya lemak visceral.
Cara paling efektif untuk menghilangkan lemak di perut adalah dengan memperbaiki gaya hidup secara keseluruhan. Termasuk memperbaiki pola makan, istirahat teratur serta aktif bergerak seperti rutin olahraga kardio (latihan yang bertujuan melatih organ jantung).
Bernafas dalam~dalam
Dan selain gaya hidup sehat sebagaimana disebut diatas. Menurut Erin Palinski-Wade (dalam reference portal, Dummies) menyebutkan bahwa ada satu lagi kebiasaan positif yang dapat membantu seseorang mendapatkan perut ramping yakni, bernafas dalam~dalam.
Caranya adalah ....
Lakukan secara rutin setidaknya 2x sehari, pagi dan petang. Tarik nafas dalam~dalam melalui hidung, tahan sejenak, lalu keluarkan melalui mulut. Ulangi latihan pernafasan semacam ini antara 5 hingga 10 kali.
Posisi bebas. Namun sikap yang sangat disarankan adalah dengan duduk bersila, badan tegak namun tetap rileks serta telapak tangan ada pada lutut.
Ketika menarik nafas, tangan mengikuti seraya menengadah bergerak perlahan ke atas. Saat melepaskan nafas melalui mulut, gerakan tangan juga mengikuti seperti halnya gerakan mendorong. Gerakan secara perlahan dan lakukan dengan penuh penghayatan.
Latihan ini pada dasarnya bertujuan untuk melatih otot~otot abdomen dan sekitarnya sehingga lebih kuat dan tidak berisi lemak dalam (visceral fat). Jika latihan sederhana ini menjadi sebuah kebiasaan harian, insyaAllah seseorang akan terhindar dari masalah perut buncit (gendut berlebih).
Selamat mencoba dan berlatih. Semoga bermanfaat menjadikan tubuh lebih ideal, lebih bugar dan terhindar dari kondisi mental stres. Karena manfaat lain dari berlatih pernafasan adalah menjadikan pikiran lebih 'fresh'. Aamiin.
28 Mar 2015
Yellen : Laju Kenaikan Suku Bunga Bertahap Dimulai Tahun Ini
Ketua Janet Yellen menyatakan bahwa dia memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga di tahun ini dan kenaikan suku bunga berikutnya akan dilakukan secara bertahap tanpa mengikuti prediksi.
Hari ini Yellen menyatakan “Saya memperkirakan bahwa kondisi menjamin untuk menaikkan target suku bunga Federal Reserve pada tahun ini,”. dia dan kolega The Fed lainnya “secara umum mengantisipasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang bertahap di beberapa tahun kedepan.”
Setelah kenaikan sebelumnya, The Fed tidak mengikuti “program pengetatan apapun yang telah ditetapkan sebelumnya” yang meliputi kenaikan program yang sama secaraberkala, menurut Yellen.
“Laju yang sebenarnya dari kebijakan yang tersusun seiring kondisi ekonomi yang berkembang dan kebijakan pengetatan akan dipercepat, diperlambat, dihentikan, atau bahkan sebaliknya dengan tergantung pada keadaan sebenarnya dan memperkirakan adanya perkembangan pada aktifitas nyata dan laju inflasi,” menurutnya.
Pekan lalu The Fed membuka peluang untuk menaikkan suku bunga diawal bulan Juni tahun ini, ditengah sinyal mereka akan melakukan kenaikan suku bunga bertahap setelah melakukan kenaikan sebelumnya. Acuan suku bunga utama The Fed telah bertahan mendekati 0 sejak Desember 2008 lalu.
Suku bunga yang mendekati 0 telah menyebabkan “pemangkasan yang cukup besar” pada penurunan pasar tenaga kerja dan kenaikan suku bunga yang moderat “sepertinya sangat tidak diperlukan” guna menghentikan progress tersebut,menurut Yellen.
Dia menyatakan bahwa laju pengetatan yang bertahap mencerminkan penetapan proyeksi baru oleh The Fed yang telah dirilis pada 18 Maret lalu. The Fed memangkas perkiraan rata-ratanya terkait suku bunga acuan di akhir tahun 2015 ini sebesar 0.625% yang turun dari 1.125% seperti yang diproyeksikan pada Desember tahun lalu.
Bloomberg








.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
![[Most Recent Quotes from www.kitco.com]](http://www.kitconet.com/charts/metals/gold/tny_au_en_usoz_2.gif)